Sikap Manusia Terhadap Nikmat Allah

Oleh: KH Iman Santoso, Lc., M.EI


"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)". (QS Ibrahim: 34).

Sejatinya nikmat itu semuanya dari Allah Ta'ala dan sangat banyak sekali,  manusia tidak ada yang bisa menghitungnya. Nikmat hidup, nikmat penciptaan sebagai manusia, nikmat pedoman hidup, nikmat sehat, nikmat udara, nikmat  berpasangan, nikmat air, nikmat matahari, nikmat siang  malam dan banyak sekali tidak terhitung. 

Apakah nikmat yang banyak itu mengantarkan manusia beriman kepada Allah dan ajaran Islam serta bersyukur atas semua nikmat tersebut dengan menjalankan ajaran Islam? Ataukah manusia tersebut zhalim dan kufur? 

Berdasarkan ayat di atas, maka terkait dengan nikmat Allah, manusia terbagi menjadi tiga: 

Pertama, kufur nikmat. Tidak mengakui nikmat datangnya dari Allah. Merasa segala sesuatunya dari kehebatan dirinya, baik ilmu, harta atau kekuasaan. Hal ini seperti Firaun dan Qorun serta kebanyakan orang. 

Kedua, zhalim nikmat. Mengetahui bahwa nikmat itu dari Allah, tetapi lalai dan kurang bersyukur atau tidak mensyukuri secara sebenarnya atau menggunakan nikmat itu untuk memuasakan keinginan dan syahwatnya serta bergelimang dalam kemaksiatan. 

Ketiga, syukur nikmat. Mengakui nikmat itu dari Allah, mensyukurinya dengan lisan dan amal sesuai agama Islam agar mendapat diridhoi Allah.

Semoga kita menjadi orang yang beriman kepada Allah dan senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya, sehingga Allah akan menambah nikmat-Nya sampai pada puncak kenikmatan yaitu dimasukkan ke dalam surga dan dibebaskan dari api neraka. Aamiin.


 

Sikap Manusia Terhadap Nikmat Allah Sikap Manusia Terhadap Nikmat Allah Reviewed by Halo Motivasi on 11/18/2021 03:07:00 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.