Surat Peringatan, Harus Sedih Atau Tetap Semangat Bekerja


 











Surat Peringatan atau lazim disebut SP, adalah alat “disiplin karyawan” yang sering dipakai oleh perusahaan atau organisasi. Karyawan yang beberapa kali tidak mentaati peraturan atau dengan sengaja melakukan pelanggaran, biasanya diberikan teguran tertulis melalui SP1, SP2, SP3 hingga pada pemberhentian kerja (PHK).

Banyak karyawan menilai bahwa SP ini merupakan momok, bahkan hantu yang sangat menakutkan. Dan bagi perusahaan, SP ini bisa jadi sebuah dilema. Apakah dengan SP akan meningkatkan motivasi (tetap semangat) dalam bekerja atau bahkan menurunkan kinerja (sedih)

Walaupun SP adalah alat bantu dalam sebuah perusahaan, namun sebaiknya digunakan dengan bijaksana sehingga membuahkan hasil yang efektif bahkan meningkatkan kinerja yang lebih baik lagi.

Sebelum mengeluarkan SP, cobalah HRD mencari tahu sumber permasalahan dari karyawan tersebut. Karena bisa jadi ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja seorang karyawan.

Bisa saja, karyawan tersebut merasa tidak nyaman oleh rekan kerja lain, tertekan oleh beban pekerjaan yang terlalu banyak, gangguan dalam bekerja, atau ada permasalahan dalam keluarga.

Dan ini merupakan salah satu tugas HRD dalam pengembangan sumber daya manusia, yaitu berupa konseling. Karena bisa jadi ada karyawan yang tidak mencapai batas kemampuan maksimalnya karena tidak mendapat dukungan penuh dan pengarahan yang benar dari atasannya.

Terkadang, karyawan merasa tertekan oleh beban pekerjaan yang terlalu banyak, namun tidak berani mengungkapkan kepada atasannya. Mungkin karena malu, atau takut menjadi pergunjingan di lingkungan tempat kerjanya.

Kurangnya jumlah staf atau merangkap beberapa pekerjaan, bisa berdampak pula kepada motivasi dan kinerja. Pastikan HRD juga melihat hal  itu. Karena sehebat apapun seseorang, tapi fisik dan mentalnya punya batasan tertentu.

Jika karyawan bekerja tidak sesuai dengan deskripsi pekerjaan atau melakukan tugas yang tumpang tindih, yang seharusnya bisa dikerjakan oleh orang lain, maka motivasi dan kinerja karyawan tersebut akan menurun.

Sebagai karyawan ia tidak akan merasakan adanya suatu pencapaian yang bisa dibanggakan dalam pekerjaan. Bahkan bisa jadi ia merasakan hal itu sebagai kerja “serabutan”.

Nah, ini juga bagian salah satu tugas HRD dalam konseling, selain tentunya atasan dari karyawan tersebut. Agar supaya kinerja karyawan tersebut tetap pada jalurnya.



Surat Peringatan, Harus Sedih Atau Tetap Semangat Bekerja Surat Peringatan, Harus Sedih Atau Tetap Semangat Bekerja Reviewed by Halo Motivasi on 4/08/2020 04:50:00 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.