Kesungguhan Tarbiyah Nabi SAW Membangun Generasi Terbaik


foto: salah satu pengajian Habib Novel

Sudah sejak awal, Rasulullah SAW melakukan dakwah melalui pendekatan tarbiyah (pendidikan keislaman). Ketika di Makkah, seiring Islam sampai di kalangan sahabat, maka pendekatan model tarbiyah ini sudah berjalan walau belum terorganisir, karena situasi Kota Makkah yang belum memungkinkan berkembangnya pendidikan keislaman. 

Adalah rumah sahabat Arqom bin Abi Arqom yang menjadi tempat pertama penyampaian dakwah secara berkelompok. Di rumah pemuda dari bani Makhzum inilah Nabi SAW melakukan pembinaan dan pengkaderan secara intensif.

Pada tahap persiapan ini, dakwah dilakukan dengan “pertemuan intensif” oleh Nabi SAW. Pada pertemuan ini Nabi SAW mengajar dan membina langsung para sahabat dengan penyampaian Al-Qur’an yang diterima langsung dari Malaikat Jibril.

Pada pertemuan intensif tersebut, melakukan ibadah bersama dan diskusi (tukar pikiran). Disana selalu ada solusi terbaik yang diberikan Nabi SAW. Namun, yang terpenting dari pengkaderan ini adalah adanya “kedekatan diantara pimpinan, dalam hal ini Nabi SAW dengan para sahabatnya”. 

Sekalipun beliau adalah seorang Nabi dan Rasul sekaligus pemimpin Umat, tetapi Nabi SAW tidak memposisikan sebagai pemimpin dalam status sosialnya. Sehingga tidak ada kekakuan diantara mereka. Pada pertemuan intensif ini, Nabi SAW sangat mencintai para sahabat. 

Diantara bukti kecintaan Nabi SAW, yaitu ketika Khalid bin Walid berselisih dengan Abdurrahman bin Auf, lalu ada yang melaporkan kepada Rasulullah SAW, maka beliau bersabda; ”Wahai Khalid, jangan engkau usik para sahabatku. Demi Allah, andaikan kamu punya emas sebesar gunung Uhud kemudian kamu infakan di jalan Allah SWT, maka hal itu belum bisa menyamai salah seorang dari sahabatku atau istrinya”. 

Selepas Nabi SAW hijrah ke Madinah, maka dakwah dengan pendekatan tarbiyah lebih terorganisir dan berkembang. Diantara tempat yang digunakan adalah As-Suffah yaitu sebuah ruangan yang berada pada bagian masjid di Madinah yang juga berfungsi sebagai tempat penampungan para sahabat yang tidak mampu. Dikenal dengan Dar-al-Qurra, berarti rumah para pembaca Al-Qur’an semaca madrasah Al-Qur’an Nabi SAW. 

Ada juga Kuttab (tempat belajar). Kuttab ini merupakan tempat belajar anak-anak, yang banyak ditemukan di Madinah. Ada juga rumah para sahabat dan masjid-masjid di Madinah dijadikan sarana tarbiyah. Mengenai masjid, dari Madinah inilah masjid dijadikan pusat tarbiyah umat Islam. Saat itu, masjid Nabawi menjadi sekolah  pencetak masyarakat yang berperadaban tinggi.

Tarbiyah yang dilakukan di masjid Nabi ini merupakan pendidikan yang unik, karena menggunakan sistem “halaqah” yang berarti lingkaran. Dalam halaqah biasanya seorang syekh duduk didekat dinding, sementara jama’ahnya duduk di depannya secara melingkar dengan lutut bersentuhan. 

Dalam halaqah, metode diskusi dan dialog selalu diterapkan. Selain itu penjelasan materi oleh syekh dimana syeikh akan mendiktekan materi terlebih dahulu, yang dikenal dengan metode imla. Di akhir pertemuan, lalu syeih melakukan evaluasi terhadap kemampuan pesertanya.

Kegiatan tarbiyah yang dilakukan Nabi SAW sejak dari rumah sahabat Arqam bin Abi Arqom hingga penggunaan masjid, menunjukan kesungguhan Nabi SAW dalam membangun generasi yang cerdas serta dalam membangun kekuatan Islam sehingga akhirnya Islam terbentang luas. Keberhasilan nabi dalam mentarbiyah umatnya tidak terlepas dari tujuan dan program tarbiyah yang diterapkanya saat itu. 



Kesungguhan Tarbiyah Nabi SAW Membangun Generasi Terbaik Kesungguhan Tarbiyah Nabi SAW Membangun Generasi Terbaik Reviewed by Halo Motivasi on 2/11/2020 12:37:00 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.